The Exploration Archive of Indonesia

Indonesia terlalu luas
untuk sekadar dikunjungi. Ia harus dipahami.

Tentang Bentang Matra

Bentang Matra adalah arsip eksplorasi independen yang mendokumentasikan bentang Indonesia melalui observasi lapangan, atlas, arsip, jurnal, dan pembelajaran.

Observation

Indonesia merupakan salah satu bentang alam paling kompleks di dunia. Dari pegunungan vulkanik, sistem karst bawah tanah, hingga jaringan sungai tropis yang membentuk kehidupan di sekitarnya. Bentang Matra hadir untuk mendokumentasikan, memahami, dan mengarsipkan pengetahuan yang lahir dari bentang tersebut.

Manifesto

Kami tidak menaklukkan alam. Kami mempelajarinya.

Kami tidak mengeksploitasinya. Kami mendokumentasikannya.

Kami tidak melewatinya. Kami memahaminya.

Alzika Yardansyah, Founder Bentang Matra

Founder's Note

"Bentang Matra dimulai dari satu arsip, satu gagasan, dan satu pertanyaan: Bagaimana pengetahuan tentang bentang alam Indonesia dapat diwariskan?"

— Alzika Yardansyah

Founder & Field Archivist
Lihat Founder
Matra

Empat Matra

Kerangka utama Bentang Matra untuk memahami bentang alam Indonesia melalui pendekatan daratan, ruang bawah tanah dan vertikal, sistem perairan, serta keselamatan lapangan.

Atlas

Memetakan Bentang Indonesia.

Bentang alam Indonesia tidak hanya terbentang dalam ruang, tetapi juga dalam cerita, proses, dan jejak yang membentuknya. Atlas Bentang Matra hadir sebagai ruang untuk mengorganisasi, mendokumentasikan, dan memahami keragaman bentang tersebut.

Archive Status

Building the Archive

Bentang Matra merupakan arsip yang terus berkembang melalui dokumentasi, pengumpulan pengetahuan, dan penyusunan informasi bentang alam Indonesia.

000 Observations
000 Atlas Entries
000 Publications
000 Field Notes
Status Foundation
Phase
Foundation archive currently under construction.
Arsip

Menyimpan Jejak Pengetahuan.

Tidak semua pengetahuan lahir di ruang kelas. Sebagian ditemukan di jalur pendakian, tepi sungai, mulut gua, dan perjalanan yang jarang tercatat. Arsip Bentang Matra hadir untuk menyimpan jejak-jejak tersebut agar tidak hilang oleh waktu.

Jurnal

Pengetahuan yang Dibagikan.

Setiap dokumentasi, observasi, dan arsip pada akhirnya perlu dibagikan. Jurnal Bentang Matra menjadi ruang untuk merangkai temuan lapangan menjadi tulisan yang dapat dipelajari kembali oleh siapa pun.

"Pengetahuan hanya akan bertahan
ketika terus didokumentasikan dan dibagikan."

Media

Merekam Bentang yang Terus Bergerak.

Sebagian bentang dapat dijelaskan melalui tulisan. Sebagian lainnya lebih tepat dipahami melalui gambar, cahaya, ruang, dan jejak visual yang ditinggalkannya.

Setiap dokumentasi adalah upaya untuk mengingat
apa yang suatu hari dapat hilang.

Lihat Galeri

Indonesia tidak hanya untuk dikunjungi.
Ia harus dipahami.