Observasi Lapangan
Kumpulan dokumentasi observasi lapangan Bentang Matra yang menjadi dasar penyusunan Information Brief, Atlas, Arsip, dan Jurnal.
Apa itu Observasi Lapangan?
Observasi lapangan merupakan proses sistematis pengumpulan data primer, dokumentasi visual spasial, pencatatan kondisi bentang, serta verifikasi informasi secara langsung di lokasi. Hasil dari observasi ini menjadi tulang punggung bagi seluruh ekosistem pengetahuan Bentang Matra.
Metodologi Observasi
Persiapan
Observasi
Dokumentasi
Validasi
Pengolahan Data
Publikasi
Arsip
Database Seluruh Observasi
Seluruh Observasi LapanganSistem Kode Observasi
Sistem penomoran ini digunakan sebagai identitas (ID) arsip permanen Bentang Matra. Setiap observasi yang dicatat memiliki kode unik (UUID format khusus) yang mempermudah pelacakan pada basis data relasional kami, dari lapangan hingga publikasi akhir.
Kategori Observasi Bentang Matra
Posisi Observasi dalam Ekosistem
Standar Observasi
Untuk memastikan validitas data, setiap observasi lapangan Bentang Matra harus memenuhi parameter kelengkapan pencatatan berikut sebelum diintegrasikan ke dalam repositori arsip permanen.
Kode Observasi
Identitas permanen spesifik lokasi dan urutan (UUID).
Tanggal
Waktu presisi pelaksanaan lapangan (Start-End date).
Lokasi Administrasi
Provinsi, Kabupaten, dan penanda kawasan terkait.
Koordinat Geospasial
Titik GPS (Lat/Long) WGS 84 area observasi.
Dokumentasi Foto
Bukti visual beresolusi tinggi dengan metadata EXIF.
Catatan Lapangan
Jurnal harian, kondisi rute, dan logbook insiden.
Referensi Lintas
Daftar pustaka geologi/ekologi sebagai pembanding.
Status & Versi
Level verifikasi data dan metadata pembaruan terakhir.
Mulai Menelusuri Observasi Lapangan
Jelajahi rekam data geospasial, laporan rute, dan kondisi ekologis terbaru dari pencatatan lapangan kami.