Kumpulan bentang alam Indonesia yang disusun untuk memahami, mendokumentasikan, dan mengarsipkan keragaman geografis Nusantara.
Dari pegunungan vulkanik hingga sistem sungai tropis, kawasan karst, dan bentang pesisir, setiap objek atlas merupakan bagian dari arsip pengetahuan yang terus berkembang.
Jelajahi BentangAtlas Bentang Indonesia merupakan kumpulan objek bentang alam yang menjadi pusat dokumentasi dalam Bentang Matra.
Setiap entri atlas berfungsi sebagai simpul pengetahuan yang menghubungkan informasi bentang, arsip lapangan, jurnal analisis, dan dokumentasi visual.
Atlas akan terus berkembang seiring bertambahnya proses observasi dan pengarsipan lapangan.
Bentang alam dikelompokkan berdasarkan karakteristik utamanya.
Bentang pegunungan, gunung, perbukitan, dan sistem vulkanik Indonesia.
Sistem sungai, daerah aliran sungai, dan jaringan hidrologi utama.
Danau vulkanik, tektonik, dan bentang perairan daratan lainnya.
Bentang karst, gua, sistem bawah tanah, dan kawasan batu gamping.
Bentang pesisir, delta, estuari, dan kawasan peralihan darat-laut.
Objek atlas yang telah mulai didokumentasikan dan memiliki arsip, catatan lapangan, atau analisis jurnal.
Setiap objek atlas menjadi pusat hubungan antara dokumentasi lapangan, arsip pengetahuan, tulisan analisis, dan dokumentasi visual. Atlas bukanlah halaman akhir, melainkan gerbang awal menuju kumpulan pengetahuan yang spesifik pada suatu bentang.
Atlas adalah objek geografis yang diamati. Matra adalah kerangka berpikir dan sudut pandang yang digunakan untuk memahami objek tersebut.
Setiap objek atlas dapat dipahami melalui satu atau lebih Matra, tergantung pada kompleksitas bentangnya.
Visi jangka panjang Bentang Matra adalah mendokumentasikan setidaknya satu arsip bentang alam signifikan di setiap provinsi di Indonesia. Tabel ini menunjukkan pemetaan cakupan arsip secara nasional.
Setiap bentang menyimpan informasi.
Setiap informasi layak untuk didokumentasikan.
Setiap dokumentasi layak untuk diwariskan.